Showing posts with label Mine. Show all posts
Showing posts with label Mine. Show all posts

June 30, 2011

myCampus UI Design

Here we go,
Saat ini gw lagi magang / part time yah apapun istilahnya itu di myCampus UI. Apa sih myCampus UI itu? myCampus UI adalah Apple Store Subsidiary of EMAX Indonesia, jadi kalo beli produk Apple disini bisa lebih murah, tapi hanya untuk Mahasiswa atau Dosen, hihiih sekalian promosi.

Gw kerja di divisi Event and Promotion, tapi gw lebih ke Promotion nya.. Gw bukan yang rajin dateng ke Store karena buat bikin design gw lebih suka di Kamar, inspirasi lebih keluar heheeh

So far gw udah menghasilkan beberapa design disini, yang nantinya akan gw post :D
Gak usah nanti deh, sekarang aja heheeh


Terimakasih untuk model-model cantik gratisan :p
Astari (Psikologi UI '07), Febrina (Broadcast UI '07), Mufthia (Broadcast UI '08)
I Love yooou aall :*



I made the tagline :D









June 13, 2011

LinkedIn Your Life

I'm going to share to all of you, "how important is LinkedIn".

Gw buat account di LinkedIn sekitar satu tahun yang lalu, awalnya cuma iseng-iseng barangkali nanti butuh, who knows? :D
Ternyata setelah gw lengkapi semua account information dan beberapa hal lain, wooow, LinkedIn sangat-sangat informatif, cerdas, dan berguna.

Suatu hari gw membuat sebuah post di salah satu group kalo gw lagi mencari magang untuk bulan Agustus kedepan, alakazaaam belum sampai seminggu, dua orang memberikan informasi magang untuk gw. WOW!

Jadi, untuk yang sedang meniti karir, atau akan memulai meniti karir, gak ada salahnya buat bikin account LinkedIn, really helpfull, seriously.

Ini capture-an LinkedIn gw :



http://id.linkedin.com/pub/ajeng-radini-tonia/18/996/1b0


May 09, 2010

ART for YOU (J.I)

ART
expensive, priceless and makes your life colorful even though it painted in black and white.
You don't have to understand it! You just have to love it and appreciate it,
In the end, you'll understand it by yourself.

RELATIONSHIP:
having RELATION with SHIP
means that we should have a heart as large as the ocean,
with much understanding,
and we have to learn how the ship sails and where it's gonna go..

September 18, 2009


Beberapa bulan terakhir ini gw terus coba menggambar buat bikin logo dari nama gw, dan ini bakal gw jadiin trademark gw.

setelah berulang kali uji coba, trial and error. akhirnya gw nemuin yang pas banget sama karakter gw, ini diaaaaaa!




"memangnya kamu ingin yang seperti apa? kalau aku boleh tahu.."


"Aku ingin seseorang berdiri berdampingan dan memandang ke arah depan. Aku tidak ingin berhadapan dan saling memandang.

Aku tidak ingin bergantung, tapi aku ingin dilengkapi.

Dia tidak perlu menggandeng atau merangkul. tapi bangunkan aku ketika aku jatuh, dan tarik aku ketika aku berjalan keluar jalur.

bermainlah. bertemanlah.
begitu pun aku.

terbanglah yang tinggi
setinggi yang kau inginkan.
dan bila tiba saatnya kau tahu tempat dimana kau bisa kembali berpijak.

aku adalah rumahmu, kamu adalah rumahku.
kemanapun aku pergi, aku tau kemana aku akan kembali.
ketika aku sudah terlalu lelah, aku tau kemana aku harus bersandar.
tempat dimana aku merasa nyaman, rumahku.

jangan beri aku setangkai bunga yang akan layu nantinya, beri aku bibit yang bisa terus kujaga dan kurawat hingga menghasilkan ribuan bunga.

bertanyalah padaku
berceritalah padaku
tertawalah denganku
menangislah denganku

aku ingin kesederhanaan dalam realitas
bukan kemewahan dalam dongeng.

aku ingin membuat kehidupan
bukan menjalani kehidupan

aku ingin merangkai kata menjadi sebuah buku
buku yang tak pernah habis
yang akan selalu kita tulis dan kita baca.

sekarang kamu sudah tahu, lalu?"

17 September 2009
12 : 20 AM

Gambar Setengah Matahari


Mungkin ini bukan gambar matahari pertama yang aku buat, tetapi dengan melihat gambar ini untuk pertama kalinya aku merasa bahwa selalu ada sudut pandang yang berbeda dari setiap hal yang terjadi.


Seperti gambar setengah matahari, aku menggambar setengah matahari itu di sisi bawah kertasku, seolah-olah matahari itu akan terbenam. Ketika aku putar 180 derajat kertasku, gambar setengah matahari itu menjadi berada di sisi atas kertasku. Seolah-olah dia baru akan terbit.


Gambar setengah matahari ini aku buat untuk mengekspresikan apa yang aku rasakan saat ini, ketika aku melakukan sebuah kesalahan besar dalam hidupku, ketika aku membuat diriku ingin tenggelam, ketika aku membuat aku tidak percaya lagi pada aku, ketika aku membuat aku hanya ingin dan bisa membagi aku untuk aku, karna hanya aku yang mengerti aku, karna hanya aku tempat aku berpulang.


Aku menjadi terlalu egois sepertinya. Egois memang hal yang tergambar jelas. Tapi aku melakukan itu bukan untuk aku, tapi untuk kamu dan untuk dia. Meskipun aku terlihat hanya seperti memikirkan bagaimana aku merasa nyaman.


Seperti gambar setengah matahari, matahari itu akan terbenam. Untuk siapa matahari terbenam? Ada banyak orang diluar sana yang masih membutuhkan dan ingin melihat sinar matahari, karena ketika matahari terbenam mereka tahu itu pertanda bahwa mereka harus menyudahi kegiatan dan kembali ke rumah.


Apakah matahari egois? Apakah matahari hanya memikirkan dirinya? Apakah matahari hanya memikirkan kenyamanan dirinya untuk terus melakukan rutinitasnya tanpa memikirkan keinginan dan kebutuhan banyak orang diluar sana?


Matahari melakukan itu karena dia tahu, ada banyak orang di rumah yang menunggu kepulangan banyak orang lainnya yang sedang melakukan kegiatan diluar.

Matahari memang menyebalkan dia terbit dan sinarnya membangunkanmu yang masih ingin tertidur, dia terbenam ketika masih ada banyak hal yang tersisa untuk dikerjakan.

Matahari melakukan itu bukan untuk dirinya, tetapi matahari terlihat melakukan itu semua seolah-olah hanya untuk dirinya dan dia melakukan itu semaunya.


Mungkin kesalahanku memang akhir dari segalanya. Membuat aku harus terbenam sekarang. Agar kamu dan dia dapat kembali ke rumah untuk menemui orang-orang yang sedang menunggu Kamu dan Dia.


Pasti Aku akan kembali terbit memancarkan sinarku seperti rutinitasku biasanya, dan saat itu aku akan bersinar untuk melihat kamu dan dia bersama orang-orang yang menunggu kamu dan dia.


Ini hal yang begitu sederhana seperti memutar kertas bergambar setengah matahari sebanyak 180derajat, dan aku akan menemukan caraku untuk membalikan gambar setengah matahariku untuk kamu dan dia, untuk aku memperbaiki kesalahanku pada kamu dan dia. Agar kamu dan dia memiliki bahagia.

11 September 2009

8:44 pm



July 11, 2009

"Every couple has their own love story, with their own beginning and their own ending.
In our love story, just remind me that we'll always and still have each other!"
-dedicated to my morning sun kisses :)

June 16, 2009

Dear Tonia

Tonia, things happen for some reasons!

There’s no serendipity in life


Also the sun

The sun is shinning for some reasons


Time is always ‘knick-knock’

Walk your day and you’ll find a way to heal your pain


Don’t try too hard to hide the pain

Because it will healed by the time


Every ‘things’ need a process

Learn to fall and you will fly better


Until you can find your own WORLD

With your own SKY, RAINBOW, SUN and MOON

And with The ETERNAL SMILE

Matahari Itu Baru Saja Tenggelam

Matahari itu baru saja tenggelam, pria itu melangkah meninggalkan sang wanita seorang diri. Duduk terdiam wanita itu menyadari bahwa semuanya tidak lagi sama keadaan telah berubah tidak seperti yang ia harapkan. Tiang yang baru setengah terbangun jatuh kembali tertiup angin.

***

“Tidak! Aku baik-baik saja saat ini”
“Bajingan dia!”
“Kenapa harus seperti ini?”

Wanita itu lagi-lagi menjatuhkan dirinya saat dia berjalan, tubuhnya lemas bobot nya berkurang semenjak hari itu,wajahnya basah karena air mata dengan mata bengkak yang disekitarnya dihiasi lingkaran hitam, sang wanita melihat kearah depan pandangannya tertutup kabut dan dia tidak bisa melihat apapun. Angin kembali bertiup tidak hanya dari satu arah kini menerpa nya dari berbagai arah, ia hanya bisa duduk terdiam. Hingga akhirnya ia menyerah dan membiarkan angin terus menerpanya.

***

“aaaaaaaa….!!!!”
Teriakan itu kembali terdengar dari balik jendela kamar yang selalu terbuka. Sangat kontras dengan hati manusia di baliknya yang hatinya telah tertutup dan mati. Sayup terdengar bantingan keras, setelah 30 menit semua suara benar-benar hilang. Sunyi senyap yang tertinggal. Ia tertidur setelah melampiaskan semua perih dihatinya.

***

Lari, wanita itu hanya ingin lari melepaskan semua beban yang terus mengganduli pundaknya. Ia terus berlari tanpa henti meski saat itu kedua kakinya sudah menjerit ingin berhenti, detakan jantung nya pun semakin keras memberontak ingin keluar dari raganya. Ia terus berlari, berlari. Suara yang sangat memekakan telinga memberi peringatan kepadanya. Ia mengacuhkan dan terus berlari. Tanpa ia sadari sebuah benda dengan kecepatan yang sangat tinggi menghantam tubuhnya.
Seketika semua beban itu hilang. Bebas, Ringan, Terbang yang dirasakannya. Biru di sekitarnya dan Ia kembali berlari tanpa beban dengan senyum abadi yang terhias di wajahnya.

***

Matahari terbit pria itu melangkah kearah gundukan tanah bernisan terukir sebuah nama yang sangat familiar di hidupnya. Kali ini berbeda, pria itu yang menyadari bahwa semuanya tidak lagi sama keadaan telah berubah tidak seperti yang ia harapkan. Ia bersimpuh menghela nafas panjang disisi kiri nisan. Air mata menetes dari kedua bola matanya.

PELANGI

pagi ini berbeda matahari belum memberikan sinarnya

langit hitam dan kilat terus menyambar, tidak harus menunggu lama, ya hujan turun dengan deras nya seketika.

hmmh..

banyak sekali kulihat keluhan dari para manusia di bawah sana.

sejenak aku berpikir,

baiklah hari ini aku akan keluar setelah hujan dan kilat menyelesaikan tugasnya.

tapi aku tidak akan membiarkan manusia yang berkeluh kesah itu dapat melihat keindahanku.

kali ini hanya mereka yang bahagia karna dapat menghargai hidup yang dapat melihatku.

***

Ani, 11 tahun

tubuh mungilnya menyusuri sebuah jalan kecil yang sangat sepi dan gelap. malam ini ia masih harus membantu majikan nya membersihkan rumah makan.

ani bekerja di rumah keluarga Haryanto.

lima menit kemudian, Ani tiba di rumah makan milik haryanto. seperti biasa ia datang telat dan seperti biasa ia terkena amukan keluarga haryanto. ia pasrah dan segera membantu membersihkan semuanya.

Jam yang tergantung di dinding itu menunjukan pukul 11.30

sejenak ani berpikir, untung ia telah mengerjakan semua tugas sekolah nya untuk esok hari.

Yah benar, Ani tetap bersekolah. Keluarga Haryanto berjanji untuk menanggung semua biaya pendidikan nya, itu alasan terbesar Ani tetap bertahan bekerja untuk keluarga Haryanto meskipun ia harus terus mengelus dada dengan sikap keluarga Haryanto.

Ani tidak mengenal siapa Ibu yang mengandungnya dan melahirkannya, apalagi ayahnya yang hanya menanam benih di rahim ibunya. Ani hanya tahu Bu Suryo yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang, meskipun waktu dan sayang nya harus terbagi dengan anak-anak lain di panti asuhan tempat ia tumbuh. Sembilan tahun ia dirawat Bu Suryo bersama teman-teman nya yang lain, hingga keluarga Haryanto bersedia mengadopsinya. Adopsi, mungkin itu hanya akal-akalan keluarga Haryanto. Kata memperkerjakan sepertinya lebih tepat. Ya keluarga Haryanto mengambil Ani di Panti asuhan untuk memperkerjakannya dengan imbalan menyekolahkannya. Terkadang Ani rindu sekali dengan panti asuhannya, dimana ia bisa merasakan kasih sayang.. hmm mungkin keluarga. Karna Ani tidak memiliki keluarga hingga ia tidak tahu bagaimana rasanya dan bentuknya kasih sayang keluarga.

Jam menunjukan pukul 4 pagi, ani segera bangun dan merapihkan seluruh isi rumah. Ia menyapu dan mengepel rumah itu, setelah itu ia mencuci semua baju kotor, sembari ia memasak. Setiap hari selalu ada ‘pagi sibuk Ani’ kecuali di hari Minggu karna Ani tidak harus terburu-buru merapihkan isi rumah karna Ani tidak harus ke sekolah di hari minggu.

Jam menunjukan pukul 5.30 hari ini sepertinya sinar matahari tertutup awan gelap dan kilat yang terus menyambar, sejenak Ani berpikir bagaimana dengan baju yang sudah dicuci ini. Ani berspekulasi dan tetap menjemur nya satu per satu. Segera ia mengganti pakaian nya dengan pakaian seragam. Tiba-tiba terdengar suara hujan turun dengan derasnya, dengan sigap Ani bergegas menurunkan semua pakaian yang tadi dijemurnya, dan dipindahkannya ke dalam rumah. Seragam nya sedikit basah, karna terkena hujan tadi. Ani masuk ke kamar mengambil jaket, topi, payung dan dua buah kantong plastik. Ia berjalan ke teras dipakainya jaket untuk menutupi tubuhnya, topi menutupi kepalanya, dua buah kantong plastik di sepatunya, agar tidak basah, dibuka payung hijau nya dan ia berjalan keluar rumah, hujan hari ini sangat deras pikirnya. Ia berjalan menuju sekolahnya, sembari ia mengucap syukur kepada tuhan karna hari ini ia diberikan kesempatan untuk kembali melihat isi dunia, untuk bekerja pada keluarga Haryanto, untuk pergi ke sekolah meskipun harus berjalan di tengah hujan yang sangat deras. Tidak ada raut murung diwajah Ani, senyum tulus terhias di bibir mungilnya.

Hujan tidak lagi deras, hangat sinar matahari mulai terasa dan pelangi terlukis indah di langit. Ani terdiam, ia tersenyum karna ini kali pertama ia melihat sosok pelangi.

Ia menghampiri pria yang berdiri di sampingnya dan menunjuk langit agar pria itu melihat juga pelangi yang menghiasi langit pagi ini. Dengan muka yang ditekuk, pria itu berkata “mana ada pelangi!udah gak usah berisik saya kesal dengan hujan di pagi hari ini.”

***

Ani, gadis kecil itu.

aku biarkan ia melihat keindahan warnaku

agar ia tahu

ketika tuhan menurunkan hujan dan menyembunyikan matahari,

sebenarnya tuhan sedang menyiapkan ’aku’ untuknya.

Rasa

Ya, rasa itu masih ada

Tersimpan rapi disini


Harapan itu pun masih tergantung

Tergantung di tempat tertinggi

Tak perlu aku tunjukkan

Tak perlu aku sampaikan

Ketika hati sempat seirama

Maka lagu akan tetap mengalun

Dan alunan akan tetap terdengar


Aku sakiti untuk selamatkan

Agar luka tidak semakin dalam

Ketika gelas itu terpecah

Aku memilih untuk meninggalkan

Agar tangan ini tidak terluka

Karena usaha memperbaikinya


Itu semua cukup,

Meski tak berwujud

Karena kita punya rasa,

Hayati rasa itu

Dengarkan alunan iramanya

Dan temukan rasa sebenarnya

Satu

Satu..

Nominal pertama dalam barisan angka

Tanpa Satu tidak mungkin menjadi dua, tiga, atau seratus..


Sabrina, satu..

Satu – satu nya wanita yang dikenal oleh Pria

Satu – satu nya wanita yang dipuja oleh Pria

Satu – satu nya wanita yang Pria harap bisa menjadikannya dua atau lebih


Sabrina,

Di Satu tempat yang Pria tidak tahu dimana

Karna Pria bukan satu – satu nya pria yang dikenal dan dipuja oleh Sabrina


Satu,

Tetap Satu, Pria tidak mau menjadi dua atau lebih tanpa Sabrina

Meski Sabrina telah menjadi empat tanpa Pria

Satu…

Waktu

Ketika kamu memiliki beragam pertanyaan,

Ketika kamu membutuhkan pembuktian,

Kamu tahu siapa yang bisa menunjukkan jawabannya?

Selain Tuhan tentunya,

Aku, hanya aku dan Tuhan yang bisa


Sabar, hanya itu yang kamu perlukan untuk mendengar jawaban dariku.


Aku memiliki beragam wujud

Aku ada di berbagai tempat

Kemasan pun berbeda


Aku tidaklah sama di setiap tempat

Setiap tempat memiliki aku yang berbeda


Terkadang, aku di sia-sia kan

Ketika kamu sadar

Kamu akan merasakan aku perlu ditambah

Kadang kamu merasa aku mengejarmu


Sebenarnya, manfaatkan aku sebisamu

Ikuti ritmeku

Atur aku dengan baik

Semua akan berjalan lancar


Ketika kamu tidak bisa mengikuti ritmeku

Kamu tidak akan pernah merasa aku cukup


Aku dapat mengubah bentukmu

Tapi jangan berharap kamu dapat mengubahku,

Bahkan menghentikanku pun kamu tak akan sanggup

Tak akan


Aku hanya menatap dan berjalan ke depan

Aku tidak akan mundur atau menatap ke belakang

Karena langkah yang kutahu hanyalah kedepan

Ketika kau meratapi masa lalu

Kau akan tertinggal dariku, karena aku terus melangkah ke depan.


Aku, waktu…

Aku tahu, kamu tahu aku..

Ibu

7, 8, 9,

teruslah berhitung

aku sedikit dibelakangmu


j, k, l,

teruslah mengeja

aku masih disini

aku masih disini


ketika ulat telah menjadi kupu-kupu

ketika tunas telah tumbuh

ketika kamu beranjak dewasa


aku tidak membenarkan

aku tidak menyalahkan

aku beri pengertian


ketika semua berjalan berlawanan

ketika semua mendebat

ketika semua meninggalkan

aku, yah aku tetap berada sedikit dibelakangmu


kamu tidak perlu berubah

kamu tidak perlu memohon

kamu tidak perlu berusaha

karena aku ibu, akan berjalan sedikit dibelakangmu